Senin, 14 November 2011

Solusi buat Pembunuhan Gajah PLG di Minas apa ya? O,o?

Nah, setelah beberapa minggu tidak ada ngeposting lagi *ketauan gak pernah buka*, kali ini aku bakalan mengposting salah satu masalah yang ada nih di sekitar kita. Dan kebetulan yang aku post ini berhubungan dengan gajah *ketauan kali lah y,-*. Nah, biar gak memanjang mukadimah, mari yuk kita lihat artikelnya :)

SELAMAT TINGGAL REGE DAN TOMY...


Pusat Pelatihan Gajah (PLG) Minas yang berada di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Syarif Hasyim, Minas, Kabupaten Siak, sedikitnya memelihara 32 ekor gajah peliharaan terlatih. Dua ekor diantaraya diberi nama Rege (16) dan Tomy (23).

Sesuai dengan namanya Rege, gajah ini dikenal terlatih dengan berbagai atraksi menarik guna menghibur masyarakat. Oleh sebab itu ia sering dibawa show keliling Riau dan beberapa provinsi tetangga. Ia pintar main bola, berjalan dengan dua kaki, dan berbagai atraksi menarik lainnya.

Sementara Tomy (23) dikenal sebagai gajah jantan patroli. Ia selalu dihandalkan untuk menghadapi sejumah gajah liar yang serig mengganggu dan merambah kebun milik masyarakat. Tubuhnya cukup besar dan kokoh.

Namun sayang, kedua gajah handal ini ditemukan sudah menjadi bangkai dengan kondisi mengenaskan oleh petugas PLG Minas. Kepalanya remuk dan gadingnya hilang. Bahkan belalainya tak lagi tersambung sebagaimana mestinya. Sungguh mengenaskan.

Pertama kali yang melihat bangkai gajah ini adalah pawangnya, Rahman dan Fakturahman. Setiap hari kamis, gajah-gajah ini diharuskan kembali ke kandang-kandangnya atau biasa disebut camp, tak jauh dari lokasi hutan biasa gajah-gajah ni dilepas atau berjarak sekitar 2 kilometer.

Namun begitu dikumpulkan, jumlah gajah tak lagi cukup sebagaimana biasanya. Kemudian dilakukn penelusuran di jalur-jalur biasa gajah-gajah ini berlalu lintas. Hingga akhirnya ditemukan keduanya dalam kondisi mengenaskan. Diduga Tomy dan Rege tewas diracun. "Bangkainya kami temukan tadi padi dalam kondisi mengenaskan di Desa Minas Jaya, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, atau berjarak sekitar 2 kilometer dari Camp PLG Minas ini," ujar sang pawang kepada sejumlah wartawan, Kamis (7/5).

Posisi Rege dan Tomy terpisah cukup jauh atau tak kurang dari 400 meter. Kuat dugaan kedua gajah tewas akibat diracun oleh pihak yang menginginkan gading sang gajah. Kecurigaan ini setelah Ketua Satgas PLG Muslino mendatangkan Dr Hewan Rini Juita yang melakukan otopsi.

"Kuat dugaan memang diracun melalui buah Nenas. Sebab di dalam perut gajah setelah kita bedah, ditemukan buah nenas. Buah nenas lainnya juga kita temukan berserakan di sekitar ditemukan gajah tewas," ujar Dr Rini.

Ketua Satgas PLG Muslino juga mengindikasikan kuat dugaan kedua gajah tersebut tewas akibat diracun. Untuk membuktikan dugaan tersebut, pihaknya berjanji segera membentuk tim investigasi untuk menelusuri penyebab kematian kedua gajah tersebut.

"Kita juga mencium ada keterlibatan pihak dalam. Sebab lokasi ini kan bukan jalan umum, jadi sulit bagi masyarakat umum untuk akses ke kawasan PLG ini. Oleh sebab itu kita akan melakukan penyelidikan. Bahkan tak tertutup untuk pawang dan pegawai akan ikut diperiksa," ujarnya. (kasri)

Sumber : http://kasry.blogspot.com/2009/05/selamat-tinggal-rege-and-tomy.html

Nah, dari masalah yang udah aku perlihatkan nih tentang pembunuhan gajah, dapat diberikan solusi yang berupa beberapa cara yaitu :
  • Solusi Preventif (Pencegahan). Pembunuhan gajah ini dapat dicegah lagi oleh petugas PLG dengan cara meletakkan gajah di tempat yang benar-benar aman dan dijaga oleh beberapa petugas sehingga dapat dipantau siapa yang masuk atau tidak. Selain itu, pengunjung atau masyarakat yang ingin melihat melalui jalan 1 arah sehingga tidak sembarang orang yang akan masuk ke dalam PLG.
  • Solusi Kuratif. Pembunuhan gajah ini diselesaikan dengan mencari pelaku pembunuhan gajah. Selain itu pemerintah membuat undang-undang perlindungan hewan langka terutama gajah. Sehingga pelaku yang ditangkap dapat dihukum dan dijerat sesuai dengan undang-undang yang dibuat. Selain itu, pada tempat pelatihan gajah diberikan batas-batas yang jelas dengan menggunakan palang pagar sehingga masyarakat tidak sembarangan untuk masuk ke daerah PLG.
  • Solusi Rehabilitatif. Gajah selalu dipantau setiap harinya dan juga pengunjungnya siapa-siapa saja. Selain itu, penangkaran gajah dirawat setiap harinya.
  • Solusi Promotif. Gajah sebaiknya dilindungi dengan memberikan penyuluhan kepada masyarakat sekitar. Dan juga pemerintah memberikan sarana dan prasarana yang cukup kepada pusat pelatihan gajah untuk merawat gajah.
Nah, aku rasa itu aja artikel yang aku buat ini, semoga bermanfaat bagi kalian, tidak ada lagi Rege maupun Tomy lainnya yang mengalami nasib yang sama seperti mereka dan juga 1 yang ingin ku sampaikan :
JAGALAH GAJAH DAN BINATANG LANGKA DI INDONESIA LAINNYA, UNTUK KELANGSUNGAN HIDUP ANAK DAN CUCU NANTINYA :)

0 komentar:

Posting Komentar

Puppy 13
SMA Negeri 8 Pekanbaru. Diberdayakan oleh Blogger.