Kita semua kan udah
tau nih, Indonesia itu merupakan negara keempat yang memiliki penduduk yang
terbanyak di dunia setelah Amerika Serikat, India dan Cina yaitu sekitar 218,868,791 *itu data yang didapat dari Badan Statistika pada tahun 2005*
Namun, taukah kalian semua? Menurut data yang didapat dari WHO pada
tahun 2008 tentang 10 negara perokok terbesar di dunia. Tanpa disangka dan
diduga hasilnya itu adalah sebagai berikut.
1.
China =
390 juta perokok atau 29% per penduduk
2.
India =
144 juta perokok atau 12.5% per penduduk
3.
Indonesia =
68
juta perokok atau 28 % per penduduk (~225 miliar batang per tahun)
4.
Rusia =
61 juta perokok atau 43% per penduduk
5.
Amerika Serikat =58 juta perokok atau 19 % per penduduk
6.
Jepang =
49 juta perokok atau 38% per penduduk
7.
Brazil =
24 juta perokok atau 12.5% per penduduk
8.
Bangladesh =23.3
juta perokok atau 23.5% per penduduk
9.
Jerman =
22.3 juta perokok atau 27%
10.
Turki =
21.5 juta perokok atau 30.5%
** Itu
data
aku dapat dari olahan dari hasil laporan WHO 2008 dengan statistik jumlah perokok
1.35 miliar orang. ~dapat dilihat di http://nusantaranews.wordpress.com/2009/05/31/10-negara-jumlah-perokok-terbesar-di-dunia/ ~
Kita semua pasti tidak menyangka, ternyata negara kita ini mengukir diri
sebagai negara ketiga terbesar yang kuat akan menghisap rokok dengan konsumsi 225 miliar batang per tahun.
Berikut lebih lanjutnya data dari jumlah penduduk yang merokok dan tidak
merokok tersebut.
Jika
kita lihat lebih lanjut lagi, nih. Perokok yang ada di Indonesia itu dapat
dilihat dari statistik dan digambarkan sebagai berikut.
Statistik
Perokok dari kalangan anak-anak dan remaja
·
Pria = 24.1% anak/remaja pria
·
Wanita = 4.0% anak/remaja wanita
·
Atau 14.05%
anak/remaja Indonesia
Statistik
Perokok dari kalangan dewasa
·
Pria = 63% pria dewasa
·
Wanita = 4.5% wanita dewasa
·
atau 34 % perokok dewasa
B. Apa sih Alasan Remaja ini Merokok? :o
C. Akibat dan Bahaya Merokok.
- Faktor orangtua dan keluargaSalah satu temuan tentang remaja perokok adalah bahwa anak-anak muda yang berasal dari rumah tangga yang tidak bahagia, dimana orang tua tidak begitu memperhatikan anak-anaknya dan memberikan hukuman fisik yang keras lebih mudah untuk menjadi perokok dibanding anak-anak muda yang berasal dari lingkungan rumah tangga yang bahagia.
Selain itu, anak-anak yang mempunyai orang tua perokok, lebih rentan untuk terpengaruh dan mencontoh orang tuanya.* Temanku merokok.Banyak fakta membuktikan bahwa remaja perokok, kemungkinan besar teman-temannya juga perokok, dan sebaliknya. Diantara remaja perokok terdapat 87% mempunyai sekurang-kurangnya satu atau lebih sahabat yang perokok begitu pula dengan remaja non perokok* Pribadiku
Ada yang mencoba merokok hanya karena alasan ingin tahu. Mungkin juga karena ingin mengobati rasa sakit fisik maupun jiwa, mengusir bosan. Selain alasan tersebut, konformitas sosial juga menjadi pemicu. Orang yang memiliki skor tinggi pada tes konformitas sosial lebih mudah menjadi pengguna dibandingkan dengan mereka yang memiliki skor yang rendah* Iklan rokok ternyata...Iklan-iklan di berbagai media yang memberikan gambaran bahwa perokok adalah lambang keglamouran, cowok banget, memicu remaja untuk ikut berperilaku seperti itu.
C. Akibat dan Bahaya Merokok.
Dari jumlah data di atas pun sebenarnya jadi bertanya-tanya mengapa para
perokok ini menikmati rokok padahal akibat dan bahaya dari merokok ini banyak
sekali. Adapun bahaya dari rokok ini adalah sebagai berikut. Diantaranya
memiliki bahan kimia yang berbahaya yaitu :
1) NIKOTIN
Zat yang paling sering
dibicarakan dan diteliti orang, meracuni saraf tubuh, meningkatkan tekanan
darah, menimbulkan penyempitan pembuluh darah tepi, dan menyebabkan ketagihan
dan ketergantungan pada pemakainya. Kadar nikotin 4-6 mg yang diisap oleh orang
dewasa setiap hari sudah bisa membuat seseorang ketagihan. Padahal di Indonesia
berkadar nikotin 17 mg per batang.
2) TIMAH HITAM (Pb)
Timah hitam yang
dihasilkan oleh sebatang rokok sebanyak 0,5 mg. Sebungkus rokok (isi 20 batang) yang habis diisap
dalam satu hari akan menghasilkan 10 mg. Sementara ambang batas bahaya timah hitam yang masuk ke dalam tubuh
adalah 20 ug per hari. Bisa kita bayangkan jika orang menghisap rokok 2 bungkus
dalam sehari!
3) GAS KARBONMONOKSIDA (CO)
Karbon Monoksida
memiliki kecenderungan yang kuat untuk berikatan dengan hemoglobin dalam
sel-sel darah merah. Seharusnya, hemoglobin ini berikatan dengan oksigen yang
sangat penting untuk pernapasan sel-sel tubuh, tapi karena gas CO lebih kuat
daripada oksigen, maka gas CO ini merebut tempatnya “di sisi” hemoglobin.
Jadilah, hemoglobin bergandengan dengan gas CO. Kadar gas CO dalam darah bukan
perokok kurang dari 1 persen, sementara dalam darah perokok mencapai 4 – 15
persen. Berlipat-lipat!
4) TAR
Tar adalah kumpulan
dari beribu-ribu bahan kimia dalam komponen padat asap rokok, dan bersifat
karsinogen. Pada saat rokok dihisap, tar masuk ke dalam rongga mulut sebagai
uap padat. Setelah dingin, akan menjadi padat dan membentuk endapan berwarna
cokelat pada permukaan gigi, saluran pernapasan, dan paru-paru. Pengendapan ini
bervariasi antara 3-40 mg per batang rokok, sementara kadar tar dalam rokok
berkisar 24 – 45 mg.
Tidak hanya itu, banyak penyakit berbahaya yang menunggu dan akan merenggut nyawa sang perokok ini diantaranya :
Ø PENYAKIT JANTUNG KORONER
Merokok terbukti
merupakan faktor risiko terbesar untuk mati mendadak. Risiko terjadinya
penyakit jantung koroner meningkat 2-4 kali pada perokok dibandingkan dengan
bukan perokok. Risiko ini meningkat dengan bertambahnya usia dan jumlah rokok
yang diisap. Penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko merokok bekerja
sinergis dengan faktor-faktor lain, seperti hipertensi, kadar lemak atau gula
darah yang tinggi, terhadap tercetusnya PJK.
Ø PENYAKIT STROKE
Penyumbatan pembuluh
darah otak yang bersifat mendadak atau stroke banyak dikaitkan dengan merokok.
Risiko stroke dan risiko kematian lebih tinggi pada perokok dibandingkan dengan
bukan perokok.
Dalam penelitian yang
dilakukan di Amerika Serikat dan Inggris, didapatkan kebiasaan merokok memperbesar
kemungkinan timbulnya AIDS pada pengidap HIV. Pada kelompok perokok, AIDS
timbul rata-rata dalam 8,17 bulan, sedangkan pada kelompok bukan perokok timbul
setelah 14,5 bulan. Penurunan kekebalan tubuh pada perokok menjadi pencetus
lebih mudahnya terkena AIDS sehingga berhenti merokok penting sekali dalam
langkah pertahanan melawan AIDS.
Ø GERBANG NARKOBA
Akibat kronik yang
paling gawat dari penggunaan nikotin adalah ketergantungan. Sekali seseorang
menjadi perokok, akan sulit mengakhiri kebiasaan itu baik secara fisik maupun
psikologis. Merokok menjadi sebuah kebiasaan yang kompulsif, dimulai dengan
upacara menyalakan rokok dan menghembuskan asap yang dilakukan berulang-ulang.
Karena sifat
adiktifnya (membuat seseorang menjadi ketagihan) rokok dalam Diagnostic and
Statistical Manual of Mental Disorders (DSM IV) dikelompokkan menjadi Nicotine
Related Disorders. Sedangkan WHO menggolongkannya sebagai bentuk ketagihan.
Proses farmakologis dan perilaku yang menentukan ketagihan tembakau sama dengan
proses yang menimbulkan ketagihan pada obat, seperti heroin dan kokain.
C. Fatwa Larangan Merokok
1. Muhammadiyah : “Merokok Haram
Membahayakan Orang Lain
Pada tanggal 9 Maret 2010 Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih dan Tajdid mengeluarkan fatwa yang mengatakan bahwa merokok hukumnya haram. Dengan fatwa ini, fatwa yang diterbitkan tahun 2005 dan 2007 yang menyatakan bahwa meroko itu hukumnya mubah dinyatakan tidak berlaku. Alasan mengapa PP Muhammadiyah mengahramkan merokok karna merokok termasuk kategori perbuatan yang mengandung unsur menjatuhkan diri bahkan merupakan perbuatan bunuh diri secara perlahan sehingga bertentangan dengan Al Quran.
Pada tanggal 9 Maret 2010 Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih dan Tajdid mengeluarkan fatwa yang mengatakan bahwa merokok hukumnya haram. Dengan fatwa ini, fatwa yang diterbitkan tahun 2005 dan 2007 yang menyatakan bahwa meroko itu hukumnya mubah dinyatakan tidak berlaku. Alasan mengapa PP Muhammadiyah mengahramkan merokok karna merokok termasuk kategori perbuatan yang mengandung unsur menjatuhkan diri bahkan merupakan perbuatan bunuh diri secara perlahan sehingga bertentangan dengan Al Quran.
2. MUI : Fatwa Larangan Rokok
Fatwa MUI tentang
larangan merokok telah resmi diketok palu. MUI mengecam keras kegiatan merokok
karena pada dasarnya merokok itu tidak ada manfaat yang akan diperoleh tapi
hanya akan berdampak negatif bagi kesehatan dan lingkungan.
3. LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) : Jamaah LDII Dilarang Merokok
Di tengah kontroversi
larangan merokok oleh berbagai pihak saat ini, para Ulama Lembaga Dakwah Islam
Indonesia (LDII) telah lama bersepakat untuk melarang warga / jamaah LDII
merokok. Larangan merokok bagi jamaah LDII ini telah difatwakan sejak tahun
1970-an dan terus disosialisasikan dalam setiap kesempatan seperti saat
pengajian dan nasehat agama di manapun. Sampai sekarang terbukti baik ditempat
umum maupun di area terbatas tidak ada warga LDII yang merokok.
Referensi :
http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2010/03/11/fatwa-nu-merokok-itu-makruh
http://nusantaranews.wordpress.com/2009/05/31/10-negara-jumlah-perokok-terbesar-di-dunia/
http://www.datastatistik-indonesia.com/component/option,com_tabel/kat,1/idtabel,111/Itemid,165/
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) sudah lama mengeluarkan fatwa soal rokok. Namun, fatwa merokok hukumnya makruh (dikerjakan tidak berdosa, tidak dikerjakan dapat pahala), tapi merokok bisa haram kalau dilakukan oleh mereka yang sakit. NU melihat relativitasnya dengan alasan, bahwa banyak orang yang harus bekerja dengan merokok, misalnya, orang menulis artikel atau tulisan lainnya selalu dengan merokok. khususnya bagi wanita juga hukumnya makruh, tapi bagi wanita yang sedang hamil maka NU melarang wanita tersebut merokok, karena berdampak kepada bayi yang dikandungnya. Sementara itu, Ketua Umum BKMT (Badan Kontak Majelis Taklim) seluruh Indonesia, Ny. Tuty Alawiyah, menyatakan dirinya tidak sepenuhnya mendukung fatwa haram merokok. Karena banyak pertimbangan, termasuk pertimbangan industri rokok itu sendiri yang menyerap banyak tenaga kerja.
Referensi :
http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2010/03/11/fatwa-nu-merokok-itu-makruh
http://nusantaranews.wordpress.com/2009/05/31/10-negara-jumlah-perokok-terbesar-di-dunia/
http://www.datastatistik-indonesia.com/component/option,com_tabel/kat,1/idtabel,111/Itemid,165/




0 komentar:
Posting Komentar