ESD mungkin bagi sebagian besar orang awam agak
aneh mendengarnya. Malahan akan ada yang mengatakan kalau ESD itu adalah ESQ.
Padahal sebenarnya itu SALAH. Sebenarnya
ESD dan ESQ itu berbeda. ESD itu merupakan kepanjangan dari Education for
Sustainable Development. Loh? Apaan lagi tuh? Nah, kali ini aku akan
memberikan pengertiannya secara gamblang baik dari segi bahasa maupun dari segi
istilahnya.
A.
Apa sih pengertian ESD
itu?
Nah, seperti yang udah
aku sebutin di atas, ESD *atau di Indonesia lebih enaknya EfSD* itu kan tadi
merupakan kepanjangan dari Education for Sustainable Development yang
maknanya masing-masing adalah sebagai berikut.
*
Education → Pendidikan
*
Sustainable → Berkelanjutan
*
Development → Pembangunan, Pengembangan
Jadi, kalau digabungin akan membentuk makna Pendidikan
yang ditujukan untuk Pengembangan Berkelanjutan. Nah, pasti ada yang
bertanya, kenapa gak Pembangunan aja? Kenapa mesti Pengembangan. Sebenarnya,
pembangunan itu hanya mencakup pada sebuah aspek di suatu daerah yaitu
infrastrukturnya atau yang lebih tepatnya pembangunan, sedangkan pengembangan
itu luas cakupannya, mulai dari pendidikan sampai sosial pasti akan
diperhatikan. J
Kalau menurut
istilah beda lagi loh, adapun arti ESD itu adalah sebuah
proses belajar (atau pendekatan pengajaran) berdasarkan cita-cita dan
prinsip-prinsip yang mendasari keberlanjutan untuk mendorong orang dalam
mengembangkan sikap, keterampilan, dan pengetahuan sehingga dapat membuat
keputusan dan untuk bertindak berdasarkan keputusan tersebut. *Source : United Nations Decade of Education for
Sustainable Development 2005-2014, Draft International Implementation Scheme,
October 2004, UNESCO. *
Nah,
ngomong-ngomong nih, kan dalam sebuah nama itu pasti ada yang mencetuskannya. Kira-kira
siapa ya yang mencetuskan nih istilah pertama kali? Yup, siapa lagi kalo bukan Pak
Prof. Dr. Hans J. A. Van Ginkel yang dulunya adalah seorang rektor United
Nations (UN) University dan Staf Ahli Sekjen UN (bukan ujian nasional tetpai United Nation) :D. beliau mencetuskan EfSD karena menurut beliau ini: “Semakin
cepatnya perkembangan komunikasi dan transportasi sehingga makin meningkatnya pertumbuhan populasi
dunia melebihi kapasitas produktivitas natural bumi”
B.
Apa sih latar belakang
dari EfSD ini?
Nih, latar belakangnya
itu bisa dikatain seperti di bawah ini.
·
Populasi manusia yang semakin meningkat
·
Perkembangan IPTEK yang terus
berkembang
·
Respect manusia terhadap lingkungannya
semakin berkurang
“Jika hal ini terus terjadi maka akan terjadi
bencana”
C.
Dimensi EfSD itu apa?
Disebut sebagai 3 pilar yang dapat membentuk karakter seseorang yang
berakhlak mulia, yaitu :
·
Ekonomi:
-
Pertumbuhan berkesinambungan
-
Kesetaraan hak dan kesempatan
-
Keseimbangan produksi dan konsumsi
·
Lingkungan/Ekologi:
-
Keseimbangan beberapa sistem
-
WEHAB (water, energy, health, agriculture, biodiversity)
·
Sosial, termasuk Politik, Budaya
-
Harmoni, selaras dan empati
-
Demokrasi, partisipasi
-
Keadilan sosial: ras, gender, klas sosial tertentu, dll.
-
Diversitas kultur dan budaya
-
Pengembangan Sains & Teknologi ramah lingkungan
Sebagai tambahan nih, EfSD itu dapat dilaksanakan dalam bentuk formal
(di Sekolah dan Universitas) dan dalam bentuk informal (Seminar, Diskusi, dan
Ceramah).
D.
Isu-Isu Strategis dan
Jitu buat EfSD di Indonesia
1.
Pendidikan Akhlak
Mulia dari usia dini s/d PT à KKN-PPM cocok untuk
PT
2.
Ketahanan Pangan:
a.
Tersedianya bibit
unggul dan pupuk organik
b.
Konservasi lahan
pangan
c.
Diversifikasi pangan
pokok
d.
Perbaikan/pemulihan
lahan pertanian
3.
Climate Change:
a.
Konservasi Hutan atau
Penghijauan (Carbon ‘sink’)
b.
Pengurangan emisi (Reduction
of Emission from Deforestration and Degradation = REDD)
4.
Energi:
a.
Energi ramah
lingkungan (Geothermal, Solar, Coastal, Wind)
b.
Substitusi BBM (yang
praktis dan aman)
5.
Lingkungan:
a.
Biodiversitas
b.
Pengurangan polutan
6.
Kesehatan:
a.
Konservasi air bersih
b.
Penanggulangan Tropical
Diseases
c.
Kontrol Kelahiran
7.
Budaya:
a.
Pelestarian budaya dan
seni
b.
Menghidupkan budaya
harmoni, menggantikan budaya kekerasan
E.
Hal-hal yang
diperhatikan dalam penyusunan EfSD itu :
Dalam menyusun EfSD itu, dibutuhkan beberapa hal untuk diperhatikan
bahwa EfSD itu :
a.
Mengandung 3 pilar:
-
Ekonomi
-
Ekologi/lingkungan
-
Sosial
b.
Tujuannya bukanlah
mengajarkan pengembangan berkesinambungan, melainkan menyiapkan generasi mendatang
untuk berkontribusi lebih baik bagi terlaksananya pengembangan berkesinambungan.
c.
Tujuannya bukanlah
untuk mengganti semua pendidikan yang ada, melainkan meningkat-kan mutu program
dan metoda pembelajaran, sehingga mencapai tujuan no. b
d.
Semua konsep, teori,
pengetahuan, dll. harus dapat diajarkan kepada anak-anak/siswa pada semua
tingkat, meskipun dalam bentuk-bentuk yang telah disesuaikan
e.
EfSD harus
mencakup: 3 pilar, WEHAB, MDGs
F.
Decade of Education
for Sustainable Development (DESD) 2005-2014
Nah, gak afdhal juga
kalo nyeritain panjang lebar tentang EfSD tetapi gak bicarain yang satu ini.
Yup, Decade of Education for Sustainable Development (DESD) 2005-2014. Lembaga
ini diusulkan dalam Johannesburg Plan of
Implementation, 2002 dan diterima dalam Sidang Umum PBB pada Desember 2002. Ada
juga loh peristiwa terpenting yaitu The International Implementation Scheme
(IIS) for DESD ditetapkan pada September
2005. Dalam IIS for DESD, Pemerintah diminta untuk mempertimbangkan pelaksanaan
DESD dalam strategi dan perencanaan pelaksanaan dibidang pendidikannya
Referensi :
•
http://lppm.ugm.ac.id/repo/EfSD-di-KNIU.pps
•
http://lppm.ugm.ac.id/lppm-highlights/6
•
http://www.bpplsp-reg-1.go.id/buletin/read.php?id=82


0 komentar:
Posting Komentar