Sabtu, 06 Agustus 2011

Education for Sustainable Development

ESD mungkin bagi sebagian besar orang awam agak aneh mendengarnya. Malahan akan ada yang mengatakan kalau ESD itu adalah ESQ. Padahal sebenarnya itu SALAH. Sebenarnya ESD dan ESQ itu berbeda. ESD itu merupakan kepanjangan dari Education for Sustainable Development. Loh? Apaan lagi tuh? Nah, kali ini aku akan memberikan pengertiannya secara gamblang baik dari segi bahasa maupun dari segi istilahnya.
A.     Apa sih pengertian ESD itu?
Nah, seperti yang udah aku sebutin di atas, ESD *atau di Indonesia lebih enaknya EfSD* itu kan tadi merupakan kepanjangan dari Education for Sustainable Development yang maknanya masing-masing adalah sebagai berikut.
*      Education            → Pendidikan
*      Sustainable         → Berkelanjutan
*      Development    → Pembangunan, Pengembangan
Jadi, kalau digabungin akan membentuk makna Pendidikan yang ditujukan untuk Pengembangan Berkelanjutan. Nah, pasti ada yang bertanya, kenapa gak Pembangunan aja? Kenapa mesti Pengembangan. Sebenarnya, pembangunan itu hanya mencakup pada sebuah aspek di suatu daerah yaitu infrastrukturnya atau yang lebih tepatnya pembangunan, sedangkan pengembangan itu luas cakupannya, mulai dari pendidikan sampai sosial pasti akan diperhatikan. J
                Kalau menurut istilah beda lagi loh, adapun arti ESD itu adalah sebuah proses belajar (atau pendekatan pengajaran) berdasarkan cita-cita dan prinsip-prinsip yang mendasari keberlanjutan untuk mendorong orang dalam mengembangkan sikap, keterampilan, dan pengetahuan sehingga dapat membuat keputusan dan untuk bertindak berdasarkan keputusan tersebut. *Source : United Nations Decade of Education for Sustainable Development 2005-2014, Draft International Implementation Scheme, October 2004, UNESCO. *
                Nah, ngomong-ngomong nih, kan dalam sebuah nama itu pasti ada yang mencetuskannya. Kira-kira siapa ya yang mencetuskan nih istilah pertama kali? Yup, siapa lagi kalo bukan Pak Prof. Dr. Hans J. A. Van Ginkel yang dulunya adalah seorang rektor United Nations (UN) University dan Staf Ahli Sekjen UN (bukan ujian nasional tetpai United Nation) :D. beliau mencetuskan EfSD karena menurut beliau ini: Semakin cepatnya perkembangan komunikasi dan transportasi sehingga makin meningkatnya pertumbuhan populasi dunia melebihi kapasitas produktivitas natural bumi

B.      Apa sih latar belakang dari EfSD ini?
Nih, latar belakangnya itu bisa dikatain seperti di bawah ini.
·         Populasi manusia yang semakin meningkat
·         Perkembangan IPTEK yang terus berkembang
·         Respect manusia terhadap lingkungannya semakin berkurang
Jika hal ini terus terjadi maka akan terjadi bencana

C.      Dimensi EfSD itu apa?
Disebut sebagai 3 pilar yang dapat membentuk karakter seseorang yang berakhlak mulia, yaitu :
·         Ekonomi:
-          Pertumbuhan berkesinambungan
-          Kesetaraan hak dan kesempatan
-          Keseimbangan produksi dan konsumsi
·         Lingkungan/Ekologi:
-          Keseimbangan beberapa sistem
-          WEHAB (water, energy, health, agriculture, biodiversity)
·         Sosial, termasuk Politik, Budaya
-          Harmoni, selaras dan empati
-          Demokrasi, partisipasi
-          Keadilan sosial: ras, gender, klas sosial tertentu, dll.
-          Diversitas kultur dan budaya
-          Pengembangan Sains & Teknologi ramah lingkungan
Sebagai tambahan nih, EfSD itu dapat dilaksanakan dalam bentuk formal (di Sekolah dan Universitas) dan dalam bentuk informal (Seminar, Diskusi, dan Ceramah).
D.     Isu-Isu Strategis dan Jitu buat EfSD di Indonesia
1.      Pendidikan Akhlak Mulia dari usia dini s/d PT à KKN-PPM cocok untuk PT
2.      Ketahanan Pangan:
a.      Tersedianya bibit unggul dan pupuk organik
b.      Konservasi lahan pangan
c.       Diversifikasi pangan pokok
d.      Perbaikan/pemulihan lahan pertanian
3.      Climate Change:
a.      Konservasi Hutan atau Penghijauan (Carbon ‘sink’)
b.      Pengurangan emisi (Reduction of Emission from Deforestration and Degradation = REDD)
4.      Energi:
a.      Energi ramah lingkungan (Geothermal, Solar, Coastal, Wind)
b.      Substitusi BBM (yang praktis dan aman)
5.      Lingkungan:
a.      Biodiversitas
b.      Pengurangan polutan
6.      Kesehatan:
a.      Konservasi air bersih
b.      Penanggulangan Tropical Diseases
c.       Kontrol Kelahiran
7.      Budaya:
a.      Pelestarian budaya dan seni
b.      Menghidupkan budaya harmoni, menggantikan budaya kekerasan

E.      Hal-hal yang diperhatikan dalam penyusunan EfSD itu :
Dalam menyusun EfSD itu, dibutuhkan beberapa hal untuk diperhatikan bahwa EfSD itu :
a.      Mengandung 3 pilar:
-          Ekonomi
-          Ekologi/lingkungan
-          Sosial
b.      Tujuannya bukanlah mengajarkan pengembangan berkesinambungan, melainkan menyiapkan generasi mendatang untuk berkontribusi lebih baik bagi terlaksananya pengembangan berkesinambungan.
c.       Tujuannya bukanlah untuk mengganti semua pendidikan yang ada, melainkan meningkat-kan mutu program dan metoda pembelajaran, sehingga mencapai tujuan no. b
d.      Semua konsep, teori, pengetahuan, dll. harus dapat diajarkan kepada anak-anak/siswa pada semua tingkat, meskipun dalam bentuk-bentuk yang telah disesuaikan
e.      EfSD harus mencakup: 3 pilar, WEHAB, MDGs

F.       Decade of Education for Sustainable Development (DESD) 2005-2014
Nah, gak afdhal juga kalo nyeritain panjang lebar tentang EfSD tetapi gak bicarain yang satu ini. Yup, Decade of Education for Sustainable Development (DESD) 2005-2014. Lembaga ini diusulkan  dalam Johannesburg Plan of Implementation, 2002 dan diterima dalam Sidang Umum PBB pada Desember 2002. Ada juga loh peristiwa terpenting yaitu The International Implementation Scheme (IIS)  for DESD ditetapkan pada September 2005. Dalam IIS for DESD, Pemerintah diminta untuk mempertimbangkan pelaksanaan DESD dalam strategi dan perencanaan pelaksanaan dibidang pendidikannya

Referensi :
      http://lppm.ugm.ac.id/repo/EfSD-di-KNIU.pps
      http://lppm.ugm.ac.id/lppm-highlights/6
      http://www.bpplsp-reg-1.go.id/buletin/read.php?id=82

0 komentar:

Posting Komentar

Puppy 13
SMA Negeri 8 Pekanbaru. Diberdayakan oleh Blogger.